Seruyannews.com, Kuala Pembuang – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Hingga Rabu, 26 Juli 2023 kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, dr. Bahrun Abbas, melaporkan telah terjadi 286 kasus DBD, dengan 4 kasus kematian terjadi di wilayah Kuala Pembuang.
Sebagian besar kasus DBD terjadi di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir, dengan total 218 kasus. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi pemerintah setempat,
Dr. Bahrun Abbas menegaskan bahwa hal ini membutuhkan perhatian dan tindakan segera dari semua pihak. Penanggulangan penyebaran penyakit ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan, tetapi memerlukan kerjasama dari berbagai sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
Salah satu tindakan yang telah dilakukan adalah fogging, namun dr. Bahrun Abbas menyatakan bahwa upaya ini kurang efektif dalam mencegah DBD, karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak jentiknya.
Oleh karena itu, tindakan yang lebih efektif adalah melibatkan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara masif.
Abbas mengimbau agar seluruh sektor pemerintah, hingga kecamatan, desa, dan kelurahan, berkolaborasi dalam menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini.
Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, diharapkan penyebaran DBD yang disebabkan gigitan nyamuk aedes Aegypti dapat ditekan atau bahkan diminimalisir.
Masyarakat Kabupaten Seruyan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya DBD dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang dianjurkan, seperti menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, dan mengenakan pakaian yang melindungi tubuh dari gigitan nyamuk.
“Kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat tetap menjadi kunci dalam mengatasi Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Seruyan. Semoga dengan upaya bersama, angka kasus dan kematian akibat DBD dapat ditekan dan diminimalisir, “ tandasnya. .(FH)


