Seruyannews.com, Kuala Pembuang – Insiden jatuhnya helikopter water bombing dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Seruyan, yang mengakibatkan tiga prajurit TNI meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka, menjadi pelajaran terbaik bagi semua pihak.
Menurut Wakil Ketua I DPRD Seruyan Harsandi, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian sekaligus pelajaran bagi semua pihak. Sebab, dampak kebakaran hutan tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa.
“Ini pelajaran bagi kita bahwa akibat pembakaran lahan dan kebakaran hutan, dampaknya ternyata sangat luar biasa. Tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya, di Kuala Pembuang, Sabtu (07/11/2026).
Menyusul adanya insiden itu, Harsandi meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap upaya pencegahan dan penanganan kkarhutla di Kabupaten Seruyan.
Menurutnya, penanganan karhutla di Seruyan perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah pusat. Terlebih, Kabupaten Seruyan memiliki kawasan hutan yang luas dan berbatasan dengan Taman Nasional Tanjung Puting yang memiliki kepentingan strategis, baik nasional maupun internasional.
Selain mendorong peningkatan perhatian pemerintah, Harsandi mengingatkan masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Dia mengajak semua pihak bersama-sama membangun kesadaran bahwa sekarang tidak boleh lagi membakar lahan sembarangan.
“Apalagi kita sudah melihat sendiri dampak yang ditimbulkan sangat besar, sehingga perlu kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk mencegah kebakaran hutan,” ucapnya.
Diharapkannya setelah kejadian ini ada hal positif, sehingga Kabupaten Seruyan bisa lebih diperhatikan lagi, terutama dalam mengatasi kebakaran hutan. Karena setiap kemarau panjang, Seruyan tidak pernah lepas dari kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Harsandi juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, termasuk kehadiran Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, serta Kapolda Kalimantan Tengah Irjen. Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si dalam penanganan situasi karhutla di Seruyan. (ay/lim*)






