Seruyannews.com, Kuala Pembuang – Pemerintah Kabupaten Seruyan punya rencana membangun guest house di lokasi wisata Pantai Sungai Bakau untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata.
Namun, saat ini pengembangan objek wisata pantai yang berada di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, itu belum dapat ditopang melalui anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Seruyan.
Karena itu, menurut Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan Megawati, perlunya menjalin kerjasama dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi pilihan pihaknya dalam upaya pengembangan objek wisata Pantai Sungai Bakau tersebut.
Megawati mengungkapkan, dirinya sebagai kepala dinas yang baru tidak mungkin serta-merta mengubah anggaran Disporaparbud yang ada untuk pengembangan fasilitas wisata di Pantai Sungai Bakau. Sebab semuanya sudah tersusun dengan matang melewati Renstra 5 tahun.
“Untuk itu Disporaparbud Kabupaten Seruyan akan mencari berbagai pola pengembangan, termasuk memanfaatkan dukungan pihak perusahaan, untuk melengkapi fasilitas di kawasan wisata Pantai Sungai Bakau,” katanya kepada wartawan di Kuala Pembuang, Selasa (08/09/2026).
Megawati menjelaskan, pengembangan fasilitas di kawasan Pantai Sungai Bakau perlu dilakukan secara bertahap agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lain yang berada di sekitarnya.
“Salah satu fasilitas yang diusulkan adalah pembangunan guest house,” sebutnya.
Karena menurut Megawati, keberadaan tempat menginap dinilai dapat membuat wisatawan memiliki pilihan untuk menikmati kawasan pantai lebih lama tanpa harus melakukan perjalanan pulang-pergi.
Dia menjelaskan, apabila guest house nanti bisa terealisasi, fasilitas tersebut dapat disewakan, sehingga diharapkan memberikan dampak terhadap pendapatan asli daerah (PAD), selain meningkatkan kunjungan wisatawan.
Megawati mengaku tidak memungkiri saat ini destinasi wisata lain di sekitar Pantai Sungai Bakau cukup berkembang pesat. Sebab pengelola menyediakan infrastruktur yang lengkap.
“Selain fasilitas umum, mereka juga menyediakan fasilitas-fasilitas privat, seperti guest house. Sehingga pengunjung bisa menginap dan tidak harus pulang pergi,” ujarnya.
Selain tempat menginap, jelas Megawati, Disporaparbud juga mengusulkan pembangunan gazebo kuliner untuk menata aktivitas pelaku UMKM ketika ada kegiatan atau kunjungan dalam jumlah besar di lokasi wisata Pantai Sungai Bakau.
Dijelaskannya, dengan adanya gazebo kuliner diharapkan para pedagang tidak lagi berjualan secara tersebar menggunakan terpal yang dapat mengurangi kenyamanan, sekaligus mengganggu pemandangan kawasan wisata.
Menurut Megawati, daya tarik destinasi Pantai Sungai Bakau masih belum maksimal dibandingkan sejumlah tempat wisata lain yang dikelola pihak swasta, juga karena waktu operasional objek wisata tersebut yang saat ini belum dibuka hingga malam hari.
Megawati mengungkapkan, pihaknya akan mencari berbagai metode supaya bisa menyeimbangi destinasi-destinasi wisata milik swasta. (ay/lim*)





