SERUYANNEWS.COM, Kuala Pembuang – Dalam upaya aktif menekan angka stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seruyan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan sejak dini.
Kepala DP3AP2KB Seruyan, Junaidi, menegaskan bahwa sosialisasi menjadi langkah utama dalam mengatasi persoalan stunting, khususnya melalui pemahaman tentang konsep 4T.
“4T adalah singkatan dari terlalu muda dalam menikah, terlalu tua dalam menikah, terlalu dekat jarak kelahiran anak, dan terlalu banyak anak. Faktor-faktor ini sangat penting diperhatikan dalam pencegahan stunting,” jelas Junaidi, Sabtu, 16 November 2024
Selain itu, Junaidi menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung dalam keluarga berisiko stunting (KRS). Menurutnya, akses terhadap air bersih dan keberadaan jamban yang layak merupakan elemen penting dalam upaya ini.
“Stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi, tetapi juga lingkungan. Keluarga berisiko stunting harus memastikan sumber air bersih dan fasilitas jamban yang layak untuk mendukung kesehatan anak,” tambahnya.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting melalui perencanaan keluarga yang matang, lingkungan sehat, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Melalui edukasi berkelanjutan, DP3AP2KB Seruyan berharap angka stunting di Kabupaten Seruyan dapat terus menurun, sekaligus mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat dan produktif. (FH)





