Seruyannews.com, PALANGKA RAYA – Festival Olahraga dan Seni tingkat SMA dan SMK se-Kalteng bukan sekadar kompetisi. Tetapi juga momentum untuk menyerap aspirasi generasi muda terkait dunia pendidikan di Bumi Tambun Bungai.
Hal itu ditegaskan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat secara resmi membuka Festival Olahraga dan Seni tingkat SMA dan SMK se-Kalteng yang dipusatkan di SMAN 3 Palangka Raya, Senin (15/12/2025).
Festival Olahraga dan Seni ini mempertandingkan berbagai cabang olahraga, di antaranya bola voli putra, 3 x 3 bola basket putra, 3 x 3 bola basket putri, bulu tangkis bereg. Kemudian untuk cabang seni, fashion show putra, fashion show putri, band pelajar, vokal solo siswa/siswi, Etnic Modern Dance, dengan total peserta sekitar 800 siswa dari SMA dan SMK se-Kalteng.
Untuk cabang catur, Disdik Kalteng juga memberikan dukungan penuh dengan mengikutsertakan sekitar 300 atlet pelajar dalam rangka menyukseskan Gubernur Cup.
Menurut Gubernur, kegiatan Festival Olahraga dan Seni tingkat SMA dan SMK juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang interaksi antara pemerintah daerah dengan para pelajar dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
“Hari ini kita berkumpul dalam rangka silaturahmi Hasupa Hasundau sekaligus Festival Olahraga dan Seni SMA dan SMK se-Kalteng. Ini menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan pelajar,” ujar Gubernur.
Dalam sambutannya, Gubernur juga menyinggung program wajib sekolah dengan visi satu rumah satu sarjana. Program ini diharapkannya mampu menjadi fondasi utama dalam memutus mata rantai kemiskinan, kebodohan, dan keterisolasian.
Ditegaskannya, negara yang tidak memiliki sumber daya manusia yang unggul tidak akan maju. “Pendidikan adalah modal utama untuk masa depan,” ujar Agustiar.
Gubernur juga menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memastikan pemerataan akses pendidikan, terutama melalui percepatan digitalisasi pembelajaran di seluruh sekolah. “Tidak boleh ada anak-anak di wilayah pedalaman yang tertinggal hanya karena keterbatasan sarana pendidikan,” ucapnya.
Melalui digitalisasi seperti penggunaan smart board, Agustiar ingin memastikan semua anak, baik di kota maupun di pelosok, memiliki kesempatan belajar yang sama.
“Kita harus punya niat, tekad, dan kemauan. Jangan pernah berhenti mendidik generasi muda, karena merekalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo kepada wartawan usai kegiatan menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui percepatan digitalisasi sekolah.
Dia mengungkapkan, Pemerintah pusat melalui bantuan Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan smart board ke sekolah-sekolah. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran kemudian melengkapi lagi sehingga seluruh kelas di bawah naungan Pemprov Kalteng bisa terdigitalisasi. “Untuk wilayah perkotaan, ketersediaan listrik dan jaringan internet relatif sudah memadai,” ucap Reza.
Namun diakuinya, untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil, Pemprov Kalteng telah menyiapkan panel surya sebagai sumber listrik alternatif serta layanan Starlink bagi wilayah yang belum terjangkau internet. (ay/*)
