SERUYANNEWS.COM – Adanya larangan membakar lahan dan kemudian pandemi Covid-19 yang melanda berdampak terhadap ketersediaan bahan pangan masyarakat di Kabupaten Seruyan.
Wakil Ketua I DPRD Seruyan Bambang Yantoko mengatakan, saat ini Kabupaten Seruyan masih ketergantungan sumber pangan khususnya beras dari luar daerah seperti Jawa.
“Hal utama yang melatarbelakanginya karena adanya larangan membakar lahan, yang membuat masyarakat khususnya petani kesulitan dalam bertani,” katanya, Kamis 22 April 2021.
Bambang Yantoko menjelaskan, dengan adanya larangan tersebut, sebagian besar masyarakat khususnya yang ada di daerah-daerah tengah dan hulu Seruyan sangat kesulitan karena memang ketersediaan bahan pangan atau beras lokal yang kian menipis.
Ia menjelaskan, karena sulitnya untuk mendapatkan beras lokal, secara otomatis masyarakat akan membeli beras yang berasal dari luar daerah.
“Bisa dibayangkan dulu masyarakat di daerah atas itu kalang kabut dengan adanya larangan membakar lahan. Bahkan di Dapil II itu sebagian besar dari Jawa semua berasnya,” ujarnya.
Karena itu Bambang Yantoko menyatakan pihaknya menyambut baik adanya panduan-panduan atau peraturan membakar lahan yang diberikan Provinsi. Tapi syarat-syaratnya juga harus dipenuhi, tidak boleh asal membakar, (jrd/*)
