SERUYANNEWS.COM, SAMPIT – Penjabat (Pj) Bupati Seruyan, Djainuddin Noor, dalam Rakor Evaluasi Pengendalian Karhutla Tahun 2023, menyampaikan kekhawatiran atas peningkatan tajam titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Seruyan sepanjang tahun 2023.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan, tercatat sebanyak 2358 titik hotspot dengan 513 kejadian dan total luasan kebakaran mencapai lebih dari 1500 hektar.
Menurut Djainuddin Noor, angka tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kondisi hotspot dalam tiga tahun terakhir.
Kabupaten Seruyan, yang memiliki hutan dan lahan kosong yang sangat luas, dihadapkan pada potensi karhutla yang besar, menjadi ancaman serius bagi wilayah tersebut
Peningkatan ini, menurut Djainuddin Noor, seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak dan para stakeholder yang terlibat dalam pengendalian karhutla. Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya masalah lokal, tetapi juga ancaman nasional.
Oleh karena itu, ia menekankan perlunya keterlibatan aktif dan sinergi semua pihak dalam upaya pengendalian karhutla di wilayah Kabupaten Seruyan .
Rakor ini diharapkan dapat merumuskan rencana penanganan karhutla untuk tahun 2024 dan seterusnya, sehingga dapat mengatasi permasalahan ini dengan lebih baik.
Djainuddin Noor berharap bahwa melalui kerja sama dan sinergitas yang telah terbangun dengan baik, Kabupaten Seruyan dapat terbebas dari bencana asap yang dapat merugikan kesehatan dan lingkungan.(FH)






