KUALA PEMBUANG – Pembentukan perkumpulan “Fasiltas Pertanian Pelita Seruyan” mendapat dukungan perusahaan besar swasta kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Seruyan, salah satunya PT Musirawas Citraharpindo.
Sebagaimana diketahui, pembentukan Agricultural Facility tersebut telah dideklarasikan Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Seruyan di Aquarius Boutique Hotel Sampit pada Senin (19/02/2018) lalu.
Kepala Bagian Umum dan Kemitraan Musirawas Group Drs Djunta Marhaendro menyatakan, sebagai salah satu bagian yang turut menginisiasi Agricultural Facility itu pihak perusahaan tentu senang sekali.
“Ada perusahaan yang sebetulnya coba memulai program itu, tapi kesulitan. Nah, ini ada Inovasi Bumi (INOBU) sebagai inisiator, maka kami dari perusahaan tentunya harus mendukung,” ujar Djunta didampingi Kepala Bagian Umum dan Humas Musirawas Group Ir Anwaryono kepada wartawan usai deklarasi Agricultural Facility tersebut.
Baca juga : Dorong Ribuan Petani Sawit Seruyan Peroleh Sertifikat ISPO
Dia menjelaskan, strategi dari program tersebut bahwa jika pekebunnya sudah memiliki sertifikasi yang baik, yakni sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), maka perusahaan dan masyarakat pekebun akan memiliki sertifikasi. Sehingga perusahaan maupun masyarakat yang ada di Kabupaten Seruyan memang layak menjual buah sawit dalam kebun yang sustainable atau berkelanjutan, dan layak mendunia.
Menyinggung pemetaan kebun sawit milik para petani swadaya di Kabupaten Seruyan yang saat ini jumlahnya hampir mencapai 3.000 petani, dengan luas lahan lebih dari 6.000 hektare yang telah dipetakan, Djunta mengharapkan semuanya bisa memenuhi syarat untuk disertifikasi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Seruyan H Sugian Noor menyebutkan, tahun 2018 ini INOBU bersama Pemda Seruyan memprogramkan akan memproses sertifikasi kurang lebih 350 pekebun. “Program ini mudah-mudahan berjalan lancar,” ucapnya. (*)


