Polres Seruyan Pantau Wilayah Rawan Banjir, 63 Desa Teridentifikasi Berisiko Tinggi

oleh -
oleh

Seruyannews.com, POLRES SERUYAN – Polres Seruyan melalui Bagian Operasi (Bagops) melaporkan hasil kegiatan mitigasi bencana banjir yang dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, di seluruh wilayah hukum Polres Seruyan. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi bencana banjir akibat peningkatan curah hujan dan naiknya permukaan air sungai di wilayah Kabupaten Seruyan.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kabag Ops Polres Seruyan AKP Afif Hasan, S.H., M.M., disebutkan bahwa tidak ditemukan kejadian banjir di lima wilayah Polsek jajaran, yakni Seruyan Hilir, Danau Sembuluh, Seruyan Hulu, Seruyan Tengah, dan Hanau. Namun demikian, kegiatan tetap difokuskan pada pemantauan tinggi muka air sungai, sosialisasi bersama BPBD, serta upaya preventif dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Adapun hasil monitoring mengidentifikasi sebanyak 63 desa tersebar di berbagai kecamatan sebagai wilayah dengan potensi tinggi terdampak banjir, di antaranya Desa Baung dan Jahitan di Seruyan Hilir, Desa Telaga Pulang di Danau Sembuluh, serta Desa Pangke dan Gantung Pengayuh di Seruyan Tengah. Kegiatan deteksi dini ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan serta respons cepat jajaran Polres Seruyan dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Situasi keseluruhan saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali. Polres Seruyan akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan, guna memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas di wilayah rawan banjir. (tribratanews)