Seruyannews.com, POLRES SERUYAN– Polsek Seruyan Hilir bersama unsur lintas sektor memperkuat sinergi dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan sosialisasi dan diskusi bersama tentang pencegahan Karhutla serta peran kelompok masyarakat dalam Program Gawi Bapakat.
Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 09.30 WIB, bertempat di Aula Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kecamatan Seruyan Hilir, Kapolsek Seruyan Hilir, Danramil 1015-09 Seruyan Hilir, Lurah Kuala Pembuang I dan Kuala Pembuang II, serta para kepala desa se-Kecamatan Seruyan Hilir, meliputi Desa Sungai Perlu, Sungai Undang, Persil Raya, Pematang Limau, Tanjung Rangas, Muara Dua, Jahitan, dan Baung.
Turut hadir Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) desa se-Kecamatan Seruyan Hilir, paralegal desa, kelompok tani, kelompok perhutanan sosial dari Desa Pematang Limau, Tanjung Rangas dan Jahitan, serta Asosiasi Gawi Bapakat.
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi dan diskusi bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya Karhutla sekaligus memperkuat peran kelompok masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan potensi kebakaran sejak dini.
Kapolsek Seruyan Hilir menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tidak hanya mengandalkan personel di lapangan.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Melalui Program Gawi Bapakat, kami berharap sinergi antara pemerintah, TNI-Polri dan kelompok masyarakat semakin kuat sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah memperkuat kolaborasi berbasis masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla, khususnya di wilayah Kecamatan Seruyan Hilir.(Humas Polres Seruyan)






