Seruyannews.com, KUALA PEMBUANG – SMKN 1 Kuala Pembuang sukses mengadakan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bertema “Kebekerjaan”. Acara ini berlangsung selama dua hari pada 7-8 Oktober 2024.
Gelar Karya P5 diikuti sebanyak 19 kelompok siswa dari 4 konsentrasi keahlian, yakni Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Desain dan Produksi Busana (DPB) serta Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP).
Selama dua hari kegiatan Gelar Karya P5 itu, sebanyak 19 kelompok siswa dari 4 konsentrasi keahlian yang ada di Kepala SMKN 1 Kuala Pembuang menampilkan hasil proyek simulasi dunia kerja yang telah mereka persiapkan setelah melakukan observasi langsung ke lapangan.
Gelar Karya yang diawali persembahan meriah Senam P5 tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala SMKN 1 Kuala Pembuang Tony Hermadi, S.Pi.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Kuala Pembuang mengatakan, kegiatan P5 pada Kurikulum Merdeka wajib dilaksanakan semua tingkatan sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK. “Sehingga sekolah kita juga wajib melaksanakan kegiatan P5 ini,” ujar Tony.
Tony menjelaskan, SMKN 1 Kuala Pembuang sudah melaksanakan kegiatan P5 sejak tahun 2023 lalu. “Akan tetapi yang terlaksana dengan baik sesuai perencanaan, sesuai dengan tuntutan kurikulum, kita coba mulai tahun ajaran 2024/2025 ini,” ucapnya.
Menurut Kepala SMKN 1 Kuala Pembuang, tema yang pertama diambil dalam kegiatan P5 ini adalah tema kebekerjaan. Sebab, SMK terkait erat dengan kebekerjaan dengan projek simulasi dunia nyata.
Tony menyebutkan, dari enam dimensi P5 ada beberapa dimensi yang bisa dicapai saat pelaksanaan tema kebekerjaan yang diambil. “Pertama, karakter mandiri yang ingin kita capai. Kedua, karakter kreatif, bernalar kritis sampai kepada berakhlak mulia,” ujarnya.
Sementara itu ketua panitia Rafi Nursolecha SPd pada acara puncak penutupan Gelar Karya P5 mengatakan, perjalanan panjang proyek penguatan profil pelajar Pancasila ini telah kita lalui bersama. Berbagai tantangan dan rintangan telah kita hadapi, namun dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita akhirnya sampai pada tahap akhir.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh fasilisator yang berperan sebagai guru pendamping anak-anak di lapangan dan juga team koordintar yang setia membersamai saya dalam menyukseskan kegiatan P5 ini,” ucapnya.
Rafi juga memberikan apresiasi kepada para guru SMKN 1 Kuala Pembuang yang menjadi dewan juri pada kegiatan gelar karya P5. Demikian juga kepada siswa-siswi yang telah bekerja keras dalam mewujudkan kegiatan tersebut. “Karya-karya yang telah kalian hasilkan sungguh luar biasa dan menunjukkan kreativitas serta inovasi yang tinggi,” tegasnya.
Menurut Rafi yang juga Ketua Konsentrasi Keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB) SMKN 1 Kuala Pembuang , Gelar Karya P5 ini bukan hanya sekadar unjuk kerja atau pameran, tetapi lebih dari itu, merupakan ajang untuk mengasah keterampilan, kreativitas, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kerjasama. “Saya berharap, melalui kegiatan ini, kalian dapat menjadi generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ucapnya.

Pada acara puncak penutupan Gelar Karya P5 juga dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan. Dari 19 kelompok peserta kegiatan Gelar Karya P5 itu ada 6 kelompok yang mendapatkan penghargaan sebagai kelompok yang mempunyai kreatifitas terbaik dalam pementasan sesuai dengan penilaian dewan juri.
Sertifikat penghargaan sebagai “Kelompok Kreatifitas Terbaik” ini diberikan sebagai bentuk apresiasi sekolah terhadap semangat mereka dalam menjalankan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5. (Y*)



