Untuk Kebutuhan Air Bersih, Warga Bangkal dan Selunuk Harus Bayar Rp60 Ribu Hingga Rp90 Ribu per Profil Tank

oleh -
Anggota DPRD Kabupaten Seruyan Subani

Seruyannews.com, Kuala Pembuang – Karena terbatasnya sumber air pada musim kemarau ini, warga Desa Bangkal dan Selunuk, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air  bersih. Warga harus membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut anggota DPRD Kabupaten Seruyan Subani, pengeluaran untuk membeli air bersih tersebut tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat di kedua desa itu, apabila berlangsung terus selama musim kemarau.

“Pasalnya warga harus membayar sekitar Rp60 ribu hingga Rp90 ribu untuk setiap profil tank air yang diantarkan ke rumah,” ungkapnya, Minggu (20/09/2026).

Padahal, kata Subani yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Seruyan, kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Bangkal dan Selunuk cukup tinggi. Dalam sehari, distribusi air bersih ke rumah-rumah warga dapat mencapai 25 hingga 30 profil tank (tangki air).

Dia menyatakan, pemerintah desa sebenarnya sudah turut membantu proses distribusi air bersih dengan menyediakan armada serta bahan bakar. Namun, bantuan tersebut belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh warga.

Subani menjelaskan, di wilayah Desa Bangkal dan Selunuk tidak terdapat sungai, danau maupun embung yang dapat diandalkan saat musim kemarau. Selama ini masyarakat setempat lebih banyak bergantung pada air hujan.

Karena itu, menurutnya, pembangunan sumur bor dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan air bersih di kedua desa tersebut.

Subani menyebutkan, saat ini baru terdapat satu sumur bor yang dibangun sejak tahun 2012. Sementara pada tahun 2026 pemerintah daerah menambah dua titik baru masing-masing di Desa Bangkal dan Selunuk. (ay/lim*)