Seruyannews.com, Kuala Pembuang – Karena lahan yang ada tidak bisa ditanami padi disebabkan musim kemarau, para petani di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, beralih memanfaatakan lahan tersebut dengan menanam buah semangka dan mentimun.
Hasil panen dari komoditas tanaman hortikultura yang dikembangkan sejumlah kelompok tani tersebut ternyata cukup menggembirakan. Produksi semangka disebut mampu mencapai sekitar dua ton per hektare.
Aktivitas kelompok tani dalam mendorong pengembangan pertanian di tengah musim kemarau itu mendapat perhatian Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda. “Pemanfaatan lahan selama musim kemarau ini menjadi contoh bahwa sektor pertanian masih dapat berjalan dengan memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan dan musim,” ujarnya, Kamis (17 September 2026).
Menurut Bupati, apabila budidaya hortikultura ini dikembangkan dalam skala luas tentu bisa membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Sebab produksi yang meningkat tidak hanya akan mampu memenuhi permintaan konsumen di Kuala Pembuang, tetapi juga membuka peluang pemasaran hasil pertanian ini dari Kabupaten Seruyan ke wilayah lain.
Jika dilakukan secara masal, kata Selanorwanda, produksi tanaman hortikultura seperti semangka, tentu dapat menjadi tambahan ekonomi bagi petani, sebab dapat disuplai ke luar daerah.
Menurut Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rukamto, semangka dapat dipanen sekitar 60 hari setelah ditanam dengan perkiraan hasil minimal dua ton per hektare atau bisa menghasilkan Rp20 juta. Sementara modal perawatannya pun relatif efisien, tidak sampai Rp3 juta per hektare.
“Jadi, tanaman hortikultura memiliki nilai ekonomi yang cukup menarik, karena waktu produksinya relatif singkat,” ucapnya.
Bahkan, jelas Rukamto, tanaman mentimun yang juga dikembangkan kelompok tani setempat dapat dipanen lebih cepat, yakni sekitar 28 hari.
Rukamto berharap memasuki musim tanam Oktober–Maret, pemerintah dapat membantu mempercepat persiapan lahan serta memastikan ketersediaan bibit unggul. Sementara terhadap tenaga penyuluh pertanian diharapkan lebih aktif mendampingi petani di lapangan agar persoalan teknis dapat segera ditangani.
Dia meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Seruyan dapat mendorong para penyuluh lebih aktif turun ke lapangan, berdiskusi, serta mengakomodasi kebutuhan teknis para petani secara langsung. (ay/lim*)





