Fenomena Alam Langka, Warga Kuala Pembuang Saksikan  Gerhana Matahari Hibrida

oleh -
oleh
Hasil Pengamatan  ketika terjadi  Gerhana Matahari Hibrida  di wilayah Kuala Pembuang  yang diabadikan Rokhman Permadi
Rokhman Permadi saat melakukan proses pengamatan Gerhana Matahari Hibrida dari sekitar kediamannya di Kuala Pembuang

Seruyannews.com, Kuala Pembuang – Fenomena alam langka yakni terjadinya Gerhana Matahari Hibrida menjadi momen yang tidak disia-siakan salah satu  warga di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Gerhana Matahari Hibrida merupakan fenomena alam dimana terjadi dua kali gerhana yang berbeda.

Dimulai dari Gerhana Matahari Cincin berubah menjadi Gerhana Matahari Total, kemudian kembali lagi menjadi Gerhana Matahari Cincin dalam waktu yang singkat dan berurutan dalam satu fenomena.

Meskipun di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, Gerhana Matahari Hibrida hanya terlihat sekitar 35 persen, namun tidak menyurutkan minat masyarakat untuk menyaksikannya.

Rokhman Permadi salah satu warga di Kuala Pembuang, memulai pengamatan sekitar  pukul 10.00 Wib dengan menggunakan beberapa peralatan yang sudah disiapkan sebelumnya.

Untuk mengamati proses terjadinya gerhana matahari itu, beberapa peralatan disiapkan seperti kamera, lensa tele dan filter ND yang digunakan untuk menangkal pancaran sinar matahati secara langsung.

Dari hasil pengamatan terlihat  proses bagaimana perlahan bulan menutupi matahari hingga tertutup total dan hanya menyisakan cahaya matahari melingkar yang mengelilingi bulan.

Rokhman menyampaikan, ketertarikannya mengamati proses terjadinya gerhana matahari lantaran fenomena alam ini suatu momen langka yang  hanya akan terjadi puluhan tahun sekali.

“Gerhana Matahari merupakan peristiwa alam  langka, sehingga sayang jika  dilewatkan begitu saja,” tuturnya. (FH)