Seruyannews.com, KUALA PEMBUANG – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfosandi) Kabupaten Seruyan dr Reson Rusdianto membuat inovasi baru dalam sistem data berupa Proyek Perubahan (Proper) yang diberi nama “Strategi Akselerasi Satu Data Seruyan” (SADAYAN).
Menurut Kepala Diskominfosandi Kabupaten Seruyan, Proper tersebut disusun dalam rangka percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Reson menyusun Proper tersebut dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXXIV tahun 2023.
“Manfaat dari adanya SADAYAN yaitu tersedianya data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagi-pakaikan antar instansi maupun publik,” jelas Reson, di Kuala Pembuang, Kamis 26 Oktober 2023.
Manfaat lainnya, sebut Kepala Diskominfosandi Seruyan, dengan adanya SADAYAN masyarakat akan mendapatkan akses mudah ke data yang akurat dan valid, yang sebelumnya sulit diakses. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk mengakses data akan lebih efisien, tidak memerlukan biaya tambahan, dan memungkinkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
“Sedangkan bagi pihak swasta, data yang tersedia melalui SADAYAN dapat digunakan sebagai dasar untuk mengidentifikasi potensi dan peluang investasi di daerah ini,” ujar Reson seraya berharap Proper SADAYAN dapat diimplementasikan mulai bulan November-Desember tahun 2023 ini.
Reson menambahkan, bagi kalangan akademisi juga akan mendapat manfaat dari adanya SADAYAN. Sebab data yang terkumpul dapat digunakan untuk penelitian lebih mendalam dalam berbagai disiplin ilmu.
Dijelaskannya lagi, SADAYAN akan mempermudah akses data bagi warga Seruyan di berbagai kecamatan. Karena mereka tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke ibukota kabupaten hanya untuk mendapatkan data tertentu. “Cukup dengan menggunakan ponsel pintar, mereka dapat mengakses data yang diperlukan,” ucapnya.
Menurut Reson, Proper SADAYAN merupakan langkah menuju visi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyatakan bahwa data adalah kekayaan baru bangsa Indonesia, bahkan lebih berharga daripada minyak. Tujuan akhir dari Proper SADAYAN adalah menuju konsep Satu Data Indonesia.
“Untuk mencapai impian menuju Satu Data Indonesia, kita membutuhkan ide dan gagasan inovatif. Proper SADAYAN adalah langkah awal kita dalam mewujudkan visi tersebut,” katanya. (FH)


