Seruyannews.com, Kuala Pembuang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan Bejo Riyanto menyatakan sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi kekurangan air, terutama saat menghadapi dampak El Nino, seperti dengan melakukan penyaluran bantuan mesin pompa air.
Namun, menurut Bejo, yang juga perlu diperhatikan dalam penyaluran bantuan mesin pompa air itu adalah pengawasannya di lapangan. “Apakah bantuan yang diberikan tersebut sudah tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi petani,” ujarnya, di Kuala Pembuang, Senin (12/10/2026).
Dia menegaskan, upaya pemerintah daerah dalam menangani persoalan kekurangan air perlu dibarengi dengan pengawasan dan evaluasi secara berkala. Pasalnya, masih terdapat keluhan dari petani yang kesulitan memperoleh pasokan air untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian mereka.
Bejo mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan agar memperkuat pengawasan penyaluran bantuan mesin pompa air serta pembangunan embung guna mengatasi kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian, guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang menyebabkan ketersediaan air bagi petani semakin terbatas.
“Pemetaan wilayah yang terdampak kekeringan perlu segera dilakukan oleh instansi terkait agar penyaluran bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pemetaan yang akurat, pemerintah daerah diharapkan mampu menentukan skala prioritas, sehingga anggaran dan bantuan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif,” jelasnya.
Selain itu, Bejo juga mendorong Pemkab Seruyan perlu mempertimbangkan pembangunan embung sebagai langkah jangka panjang. Sebab, ketergantungan terhadap mesin pompa memiliki sejumlah kendala, mulai dari kerusakan peralatan hingga ketersediaan bahan bakar, sehingga diperlukan alternatif penyediaan air yang lebih berkelanjutan.
“Kalau hanya mengandalkan pompa, kita khawatir ada kendala teknis seperti mesin macet atau persoalan bahan bakar. Berbeda dengan embung yang bisa menjadi cadangan air untuk irigasi saat kemarau panjang, bahkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti sektor tambak,” jelasnya.
Bejo berharap sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif terus diperkuat dalam merumuskan kebijakan serta mengawasi pelaksanaan program penanganan kekeringan. Pihaknya berharap seluruh program tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi petani.
Menurut Bejo, dengan pengawasan yang maksimal dan pembangunan infrastruktur penampungan air, ketersediaan air untuk pertanian di Kabupaten Seruyan diharapkan lebih terjamin, terutama ketika musim kemarau berkepanjangan. (ay/lim*)





