KUALA PEMBUANG – Pascakecelakaan maut yang merenggut dua nyawa di sekitar Jembatan Sungai Keramat Jalan AIS Nasution, Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, sejumlah warga setempat membersihkan ceceran darah yang masih membekas di lokasi kejadian, Sabtu (31/03/2018) pagi.
Seperti diketahui, dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) antara sepeda motor dengan pejalan kaki yang terjadi di sekitar Jembatan Sungai Keramat itu pada Rabu (28/03/2018) malam sekitar jam 19.45 Wib saat cuaca hujan gerimis.
Kedua korban Lakalantas adalah Komandan Pos TNI Angkatan Laut (AL) Kuala Pembuang Letda Laut (E) Samsul Anwar yang mengendarai sepeda motor Honda Verza dan meninggal dunia di tempat kejadian, serta seorang warga setempat bernama Hamzah yang berjalan kaki dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang, tapi akhirnya jiwanya juga tidak tertolong.
Direktur RSUD Kuala Pembuang dr H Reson Rusdianto yang dikonfirmasi Seruyannews.com menjelaskan, Hamzah menghembuskan nafas terakhir di Ruang ICU pada Kamis (29/03/2018) sore sekitar jam 16.15 Wib. Sementara menurut dr Hapsari WH, salah seorang dokter yang ikut menangani Hamzah, bahwa pasien korban Lakalantas itu mengalami cedera kepala berat.
Terpisah, salah seorang pengurus fardu kifayah Desa Sungai Undang M Adim yang dibincangi Seruyannews.com mengatakan, jenazah Hamzah telah dikebumikan pada Jumat (30/03/2018) pagi. Dan untuk mendoakan almarhum yang masih bujangan itu semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, pihak keluraga pun mengadakan acara tahlilan.
Bahkan, ungkap Adim, ritual atau upacara selamatan itu rencananya tidak hanya diadakan di rumah duka. Tapi juga akan digelar warga setempat di lokasi kejadian kecelekaan. “Mungkin dalam beberapa hari ini, kami rencananya akan mengadakan doa bersama yang diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran surat Yasin, doa selamat atau tolak bala dan mungkin juga tahlilan di sekitar tempat kejadian kecelakaan,” ucapnya.
Adim menjelaskan, doa bersama itu bertujuan untuk mendoakan semoga amal ibadah kedua almarhum yang menjadi korban kecelakaan tersebut diterima Allah SWT, dan mudah-mudahan ke depan peristiwa kecelakaan serupa tidak terulang di lokasi tersebut.
“Karena seingat saya, di sekitar lokasi yang sama itu sudah tujuh kali terjadi kecelakaan. Dan yang terakhir ini sampai merenggut nyawa dua orang korban,” ujar Adim yang rumahnya terletak hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.
Adim menambahkan, pada Sabtu pagi dirinya beserta beberapa warga telah membersihkan darah yang masih membekas di aspal. “Insya Allah di tempat kejadian itu juga tak akan ada terjadi hal-hal aneh, sebab sudah disiram air Yasin,” ucapnya.
Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan di lokasi tersebut, Adim juga mengharapkan kepada pemerintah daerah supaya menambah penerangan jalan dan memasang rambu-rambu. “Karena selama ini kalau malam hari jalanan di Desa Sungai Undang gelap gulita,” ujarnya.
Harapan yang sama juga diutarakan warga setempat lainnya, Fitriah, yang rumahnya juga berada di sekitar Jembatan Sungai Keramat. “Pas kejadian kecelakaan malam itu memang lampu penerangan yang ada di sekitar jembatan tidak menyala karena ada tali (kabel)-nya yang putus,” ucapnya. (*)

